Maka timbullah kelaparan di negeri itu. — Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” – Kejadian 26:1-5

Mengapa Ishak diberkati? Ishak bukan hanya anak perjanjian, tetapi ia juga seorang yang membangun hubungan dengan Tuhan, ia intim dengan Tuhan sehingga ia mendengar suaraNya dan mengerti tuntunanNya. Banyak janji yang Tuhan berikan bagi mereka yang mau membangun keintiman dengan DiaTuhan selalu ingin mengajar kita, menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Ia selalu merancangkan hal yang baik bagi kita, tetapi diperlukan kemauan kita untuk mau datang dan bertanya kepadaNya.
- TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka. – Mazmur 25:14
- Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. – Mazmur 16:7
- Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. – Mazmur 32:8
Mungkin ada yang bertanya, apakah Tuhan masih berbicara kepada kita pada zaman ini? Apakah kita yang berdosa ini bisa mendengar suaraNya?
Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, mereka berusaha menutupi tubuh mereka dengan menyemat daun pohon ara. Pada saat itupun mereka – Adam dan Hawa yang sudah jatuh ke dalam dosa – masih bisa berkomunikasi dengan Tuhan.
- Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” – Kejadian 3:7-10
Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita menjadi domba-domba yang Ia gembalakan. Ia berkata bahwa kita sebagai domba-dombaNya juga mendengar suaraNya.
- Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, – Yohanes 10:27
Bagaimana caranya mendengar Ia berbicara? Mulai dengan hal sederhana tetapi penting yang dilakukan secara rutin day by day: baca Alkitab. Ikuti program membaca Alkitab setiap hari. Baca saja, entah kita mengerti saat ini atau tidak. Nanti apa yang pernah kita baca itu akan diingatkan oleh Roh Kudus pada waktu yang tepat.
Apa lagi yang bisa dilakukan? Nyanyikan satu dua lagu pujian yang kita ketahui sebagai perwujudan rasa syukur kita; naikkan doa secara pribadi dan juga bersama dengan keluarga. Dengarkan kotbah, baca buku rohani pada saat yang memungkinkan. Step by step tanpa disadari, kita sedang membangun keintiman dengan Tuhan. (JWM)


