Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu…” Jadi tinggallah Ishak di Gerar. – Kejadian 26:2-6

Ishak tidak hanya membangun keintiman dengan Tuhan; ia juga taat untuk melakukan apa yang Tuhan katakan kepadanya. Ishak mendengar suara Tuhan dan kemudian melakukan perintahNya. Tuhan berkata agar Ishak tidak pergi ke Mesir, jadi Ishak tidak pergi ke Mesir dan memilih untuk tinggal di Gerar. Keintiman dan ketaatan memang berjalan bersama-sama. Ketika kita taat melakukan perintahNya, kita juga akan semakin intim dan semakin peka untuk mendengar suaraNya.
- Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” – Yohanes 14:21
Kitab Injil banyak mencatat berbagai mujizat yang terjadi ketika seseorang mendengar Tuhan berbicara dan segera melakukan apa yang diperintahkan tersebut.
- Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. – Lukas 5:4-6
Simon Petrus menangkap begitu banyak ikan karena taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan walaupun sebelumnya mereka mencari ikan sepanjang malam tanpa hasil.
- Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.… Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. – Yohanes 21:3,6
Yohanes, Simon Petrus dan teman-temannya juga menangkap banyak ikan ketika mendengar perintah Tuhan dan taat. Kalau sebelumnya perintahNya adalah bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalan, maka kali ini perintahNya adalah menebarkan jalan di sebelah kanan perahu.
- Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. – Yohanes 9:6-7
Orang yang buta sejak lahir mengikuti perintah Tuhan untuk membasuh dirinya di kolam Siloam dan ia kembali dengan matanya yang sudah melek.
Mari belajar taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan sekalipun nampaknya aneh, tidak masuk akal, tetapi bisa dilakukan kalau kita mau. (YWM)

