Word of God

Firman Tuhan yang menguatkan setiap hari.

download (10)

Orang Benar yang Bertunas dan Berbuah

Tema khotbah pada bulan Oktober ini adalah “Orang Benar yang Bertunas dan Berbuah”. Ayat pendukungnya terambil dari Mazmur 92 ayat 13 sampai dengan 16 yang mengatakan bahwa orang benar akan bertunas seperti pohon korma, tumbuh subur seperti pohon aras di Lebanon, serta pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar. Sementara itu, dalam Perjanjian Baru, Injil Yohanes pasal 15 dan 16 menyatakan bahwa bukan kita yang memilih Tuhan, melainkan Tuhan yang memilih dan menetapkan kita agar pergi, menghasilkan buah yang tetap, supaya apa yang kita minta kepada Bapa dalam nama-Nya diberikan kepada kita.

Kita biasa melihat pohon yang besar, rindang, dan penuh buah hanya dari hasil akhirnya saja, seperti batang yang besar, cabang yang banyak, daun yang rimbun, dan buah yang lebat. Namun, kita sering kali tidak melihat bagaimana semuanya itu dimulai. Pohon yang besar selalu berawal dari sesuatu yang kecil, yaitu sebuah biji. Biji tersebut kecil dan hampir tidak menarik perhatian, tetapi di dalamnya tersimpan potensi pertumbuhan dan kehidupan. Ketika biji ditanam ke dalam tanah—di mana benih yang ditabur adalah firman Tuhan dan tubuh kita adalah tanahnya—mula-mula kita tidak melihat apa-apa selama beberapa hari, minggu, atau bulan.

Pada masa-masa menunggu tersebut, rasanya membosankan dan seolah tidak terjadi apa-apa karena segala sesuatu sedang berakar ke bawah untuk membangun fondasi kekuatan. Apabila kita membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, iman kita sedang mengakar ke bawah dalam kesunyian. Setelah itu, barulah tunas kecil mulai tumbuh dari tanah, disusul dengan munculnya daun, batang yang bertambah banyak dan kuat, cabang yang semakin luas, hingga akhirnya melalui proses yang cukup panjang muncul bunga dan buah. Segala sesuatu yang besar tidak muncul dalam semalam, melainkan melalui sebuah proses dari biji menjadi akar, bertunas, bertumbuh menjadi besar, dan berbuah.

Prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan kita. Sebagai anak-anak Tuhan, kita sering kali melihat seseorang yang hidupnya diberkati secara luar biasa, terkenal, memiliki keluarga yang kuat, pelayanan yang hebat, dan menjadi berkat bagi banyak orang, tetapi kita hanya melihat hasil akhirnya saja tanpa melihat proses yang telah mereka lewati. Kita tidak melihat akar yang dibangun dalam kesunyian, perjuangan, duri dan semak belukar yang menghalangi, batu keras yang merintangi perjalanan, doa-doa yang dinaikkan, air mata, hingga ketaatan-ketaatan kecil yang dilakukan setiap hari. Tuhan Yesus sendiri menggunakan perumpamaan tanaman, seperti biji sesawi dalam Injil Matius, untuk menjelaskan tentang kerajaan Allah dan iman, yang mengajarkan kita untuk tidak meremehkan hal-hal kecil sebagai permulaan yang luar biasa di tangan Tuhan. Yang terpenting adalah apakah ada kehidupan di dalamnya, apakah itu ditanam, berakar, terus bertumbuh, dan akhirnya menghasilkan buah yang dapat dinikmati serta menjadi berkat bagi banyak orang, bagaikan pohon sesawi yang menjadi tempat burung-burung bersarang.

Perjalanan tersebut tercermin nyata dalam sejarah GBI Lewi di tempat ini. Bagi orang baru, mungkin tidak merasakan prosesnya sejak awal, tetapi gereja ini dimulai dari sebuah ruko di Legenda Wisata pada tahun 2005 dengan 60 orang jemaat pertama. Pada tahun 2008, GBI Lewi berpindah ke Golf Driving Range di Legenda Wisata, dan pada tahun 2012 berpindah ke Mitra 10 hingga terus berkembang menjadi besar seperti sekarang. Sesuai dengan Mazmur 92 ayat 13 sampai 16, segala sesuatu memiliki urutan proses rohani yang terdiri dari empat poin utama, yaitu ditanam, bertunas, bertumbuh, dan berbuah.

Poin yang pertama adalah ditanam. Ditanam di bait Tuhan merupakan fondasi yang sangat penting bagi kehidupan rohani kita. Hal ini berpusat pada kehidupan rohani di dalam keluarga, seperti membangun mezbah keluarga, membaca Alkitab, dan melakukan saat teduh setiap hari. Ditanam juga berarti memiliki tempat bertumbuh, baik secara rohani di dalam keluarga maupun di lingkungan gereja, serta mendapatkan nutrisi yang baik dalam lingkungan yang positif melalui kelompok sel. Setiap orang didorong untuk mengikuti kelompok sel, termasuk mendorong anak-anak agar kehidupan keluarga dan anak-anak terus naik dan tidak pernah turun.

Poin yang kedua adalah bertunas. Bertunas berarti munculnya pertumbuhan atau kehidupan baru dari sebuah tanaman yang mulai terlihat, bersemi, berkembang, berbunga, atau menjadi subur. Secara rohani, proses ini berawal dari lahir baru, berakar dalam firman, bertumbuh dalam karakter, dan berkembang dalam iman. Meskipun demikian, masa bertunas juga mendatangkan banyak tantangan, seperti harus bersaing dengan tumbuhan liar demi mendapatkan nutrisi, air, dan ruang, serta rentan terhadap hama dan cuaca lingkungan yang tidak bersahabat. Pengalaman pertumbuhan kelompok sel di Kota Wisata yang berkembang pesat dari satu kelompok menjadi tiga kelompok dalam waktu singkat menunjukkan bahwa kita tidak boleh melawan proses pertumbuhan yang sedang Tuhan kerjakan.

Poin yang ketiga adalah bertumbuh subur. Jika pohon korma menggambarkan kehidupan yang bertahan dan menghasilkan, maka pohon aras di Lebanon menggambarkan kekuatan, kekokohan, ukuran yang besar, kesuburan, umur panjang, dan ketahanan. Pertumbuhan menjadi kuat dan nyata dalam setiap aspek kehidupan, baik karier, usaha, keluarga, maupun pelayanan, yang harus selalu disertai dengan visi dan rencana bersama Tuhan. Kita harus peka terhadap prioritas dan tujuan ilahi, serta belajar percaya dan beriman kepada Tuhan. Sebagai contoh, perpindahan GBI Lewi dari rayon 2 Bandung ke rayon 1H Jakarta pada tahun 2011 dan kebiasaan doa sang gembala menunjukkan bagaimana rencana Tuhan yang dirancang puluhan tahun sebelumnya dapat meluputkan dan menjaga kelangsungan hidup jemaat di tengah berbagai krisis.

Poin yang keempat adalah berbuah. Pada masa tua pun orang benar masih tetap berbuah, menjadi gemuk, dan segar, yang membuktikan bahwa usia hanyalah sebuah angka sementara kekuatan yang sejati berasal dari Tuhan Yesus Kristus. Berdasarkan penelitian, puncak produktivitas orang-orang hebat seringkali berada di usia 60 hingga 80 tahun. Berbuah berarti menghasilkan sesuatu yang produktif, dapat dinikmati oleh banyak orang, dan rasanya manis sebagai sumber berkat. Pertumbuhan GBI Lewi yang bahkan diakui dan dijadikan sebagai salah satu role model gereja dalam pertemuan sinode menunjukkan bahwa regenerasi dan buah pelayanan yang dikerjakan telah berdampak luas. Buah tersebut mencakup buah karakter (kasih, sukacita, damai, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri), buah kehidupan, buah pelayanan, buah pekerjaan Tuhan, serta buah kesaksian. Sesuai dengan penegasan dalam Injil Yohanes 15 ayat 16, kita ditetapkan untuk pergi dan menghasilkan buah yang tetap, supaya apa pun yang kita minta kepada Bapa dalam nama Tuhan Yesus, semuanya itu dikabulkan dan diberikan kepada kita. (DR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GBI Lewi adalah gereja yang memberkati, bertumbuh dalam kuasa Roh Kudus, dan membangun komunitas melalui COOL.

Get In Touch

Head Office

Ruko Sentra Eropa, Jl. Boulevard Kota Wisata, Ciangsana, Kec. Gn. Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16968

Copyright 2025 © GBI Lewi