Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yos 1:8)

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm. 1:2-3)
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rom 12:2)
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Heb 4:12)
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. (Yoh 1:1-2). Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh 1:14). Firman Tuhan tak pernah berubah (1 Pet.1:25) dan tidak satu titikpun yang tidak akan digenapi. Semuanya akan digenapi. Semuanya Ya dan Amin. Firman inilah yang berkuasa untuk menyelamatkan (1 Pet.1:23) dan mengubahkan hidup, seperti yang disampaikan dalam Roma 12:2.
Dibutuhkan kesukaan akan firman sebelum kita dapat merenungkannya dengan baik. Mungkin sewaktu kita masih kanak-kanak kurang suka makan sayuran dan untuk itu orang tua kita akan “memaksa” (mendisiplin) kita untuk kita memakannya. Tetapi dengan sedikit disiplin tersebut, seiring berjalannya waktu kita mulai menyukai akan sayur-sayuran tersebut. Demikian juga dengan menyukai firman. Dibutuhkan disiplin untuk membaca firman sampai kita menikmatinya dan akhirnya bisa merenungkan dan memperkatakan firman setiap harinya. Semua ini butuh proses waktu dan akan datang waktunya seperti janji firman dalam Yos.1:8, Mzm.1:2-3 dan Roma 12:2, hidup kita mengalami penggenapan janji-janji firman Tuhan. Waktu kita taat (setelah menyukai, membaca, merenungkan dan memperkatakan) akan firmanNya maka perjalanan kita akan beruntung dan apa saja yang kita buat akan berhasil.
Firman Tuhan tidak pernah out of date, tidak pernah layu, tidak pernah menjadi kuno. Firman Tuhan berkuasa di segala zaman dan musim, melewati semua keadaan karena firman ini hidup, kuat dan tajam, powerful bagi seluruh kehidupan orang yang mempercayainya. Ditengah arus dunia yang begitu kuat, firman Tuhan memampukan kita tidak menjadi serupa dan terbawa dengan apa yang dunia tawarkan. Sebaliknya kita akan diubahkan karena akal budi, pemikiran maupun mindset kita bisa mengenali kehendak Tuhan dengan peka dan tajam. Demikian juga sewaktu kita mungkin mulai menyimpang jalannya, firman Tuhan dapat menyadarkan pertimbangan dan pikiran kita dengan precise tanpa dapat kita bantah, jika kita sedang salah jalan.
Karena itu pegang dengan erat firman Tuhan, jadikan Dia yang terutama dalam hidup (seperti Maria memilih duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataanNya/firmanNya) dan ambilah keputusan untuk tidak hanya menjadi pendengar tetapi pelaku dari firman tersebut. (MRL)


