Word of God

Firman Tuhan yang menguatkan setiap hari.

sukacita

KEMERDEKAAN KRISTIANI

Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah (1 Pet. 2:16).

Sewaktu kita dilahirkan kembali, Yesus memerdekakan kita dari belenggu dosa, setan, murka Allah, penghukuman hukum taurat dan dari kengerian maut. Kita memiliki identitas baru, posisi dan hak istimewa yaitu sebagai orang merdeka. Namun tidak hanya berhenti di status saja. Orang percaya memiliki pilihan. Kebebasan selalu membawa tanggung jawab, bukan kebebasan tanpa batas atau kebablasan. Alkitab mengingatkan untuk tidak menyalahgunakan kemerdekaan kita didalam Kristus (Galatia 5:13).

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.  (Gal 5:13)

Orang percaya sekarang bebas dari dosa untuk melayani Allah, bukan untuk mempergunakan kebebasan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa ataupun menyelubungi kejahatan-kejahatan kita. 1 Pet.2:16 menyatakan “hiduplah”, tidak hanya sebagai orang merdeka, namun juga sebagai hamba Allah. Kita tetap menjadi hamba, tapi bukan hamba kegelapan, namun hamba kebenaran. Hidupi identitas tersebut. Jalani dan isi kemerdekaan yang diberikan Kristus sampai memperoleh buah yang membawa kita kepada pengudusan hidup.

Inilah panggilan hidup orang Kristen yaitu dipanggil untuk hidup bertanggung jawab di tengah kemerdekaan, yang kita peroleh karena kematian Kristus. Hak-hak istimewa sebagai orang merdeka tidak boleh dijadikan jaminan atau ijin untuk bertindak semaunya (termasuk melakukan dosa). Hal ini bisa memicu kepada tindakan yang sewenang-wenang. Kemerdekaan Kristen menitikberatkan sikap hidup yang melayani karena Kristus telah terlebih dahulu melayani dan berkorban bagi kita.

Gereja adalah orang-orang yang telah dimerdekakan dari dosa dan dipanggil menjadi hamba Allah, hidup sebagai hamba Allah, yang menghasilkan buah dari kemerdekaan tersebut yang membawa gereja kepada pengudusan sampai pada akhirnya memperoleh hidup yang kekal. Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.  (Rom 6:22).

Karena itu hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah (1 Pet. 2:16). Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. (1Pe 2:9-12). (ML)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GBI Lewi adalah gereja yang memberkati, bertumbuh dalam kuasa Roh Kudus, dan membangun komunitas melalui COOL.

Get In Touch

Head Office

Ruko Sentra Eropa, Jl. Boulevard Kota Wisata, Ciangsana, Kec. Gn. Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16968

Copyright 2025 © GBI Lewi