Word of God

Firman Tuhan yang menguatkan setiap hari.

Aug 7, 2026, 10_46_07 PM

Mengalami Kemerdekaan Secara Penuh

Yohanes 8 : 31-32: “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu”

Kita tahu negara kita, Republik Indonesia, merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu dibuatlah rencana pemerintahan Indonesia, disusun kabinet dengan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, lalu diatur rencana visi Indonesia untuk berpuluh-puluh tahun ke depan yang dinamakan Indonesia Emas.

Begitu juga setiap dari kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus; kita sudah merdeka dan beroleh keselamatan. Kemerdekaan dan keselamatan yang kita peroleh itu bukan untuk didiamkan begitu saja, di mana kita tidak melakukan apa-apa atau hanya meributkan hal-hal kecil yang tidak perlu. Kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan berkarya dalam hidup sehari-hari, serta taat melakukan firman Tuhan. Roh Kudus yang ada di dalam diri kita akan mengajar, menuntun langkah kita agar sesuai dengan rencana-Nya, dan melepaskan kita dari keterikatan hal-hal negatif.

Firman Tuhan bukan hanya menuntun kepada kemerdekaan, tetapi ada rencana di dalamnya.
Pertama, rancangan tujuan ilahi. Yeremia 29 ayat 11 mengatakan: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan. Di samping tujuan duniawi yang dipengaruhi lingkungan, keluarga, pendidikan, dan informasi yang kita serap, Tuhan menawarkan tujuan ilahi yang melampaui latar belakang serta keterbatasan manusiawi kita. Efesus 2 ayat 10 menegaskan bahwa kita diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya agar rancangan tujuan ilahi dalam hidup kita tercapai. Allah tidak merancang kegagalan; ketika kita mengikuti bimbingan-Nya, pengaruh duniawi akan kehilangan kuasanya atas kita. Walaupun ada badai, bersama Roh Kudus kita akan mampu melaluinya dengan baik bagaikan burung rajawali yang terbang tinggi, dan tetap merasakan damai sejahtera.


Sebagai kesaksian, saya memiliki teman bernama Rudy Limuria yang dulunya bertetangga dengan saya di Cluster Paris. Ia adalah menantu dari Pak Dani Tumiwa. Suatu saat, seorang pembicara bernama Aruna pernah menasihatinya untuk menjadi pelayan sepenuh waktu (full timer) di GBI Gatot Subroto karena ia keturunan pendeta. Seiring berjalannya waktu, karier Rudy di Kuningan terus menanjak hingga menjadi Presiden Direktur sebuah perusahaan sekuritas. Namun tidak lama kemudian, ia didiagnosis mengidap kanker dan berobat ke Singapura. Setelah ditegur oleh Pak Niko mengenai apa tujuan Tuhan yang sebenarnya atas hidupnya, Rudy akhirnya menyadari panggilannya dan kini melayani sebagai full timer memimpin divisi pengajaran.


Kedua, Allah turut bekerja di dalamnya. Roma 8 ayat 28 menyatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai rencana-Nya. Jika kita sering mengalami kegagalan, mungkin kita tidak fokus pada rencana Tuhan atau justru terlalu fokus pada kelemahan diri. Menurut pakar karakter Ary Ginanjar, jika kita membuang 5 karakter terlemah dan hanya berfokus pada 5 kekuatan terbesar kita, hidup kita pasti berhasil. Bagi orang percaya, bagian terkuat kita adalah roh kita karena Roh Kudus berdiam di dalamnya (Efesus 1:13). Karena itu, membangun keintiman dengan Tuhan melalui saat teduh minimal 20 menit setiap pagi, mengucap syukur, membaca 5 pasal Alkitab sehari, dan senantiasa bersukacita adalah hal yang sangat penting untuk mempertajam kekuatan rohani tersebut.
Kebenaran ini saya alami sendiri pada akhir tahun 2020 saat dirawat di Eka Hospital karena sakit paru-paru. Berdasarkan hasil USG, paru-paru kiri saya dinyatakan mengeras dan dokter menduga kanker. Malam harinya, saya membuat komitmen kepada Tuhan untuk mengubah fokus waktu saya, dari 60% usaha menjadi lebih berfokus kepada pelayanan penggembalaan. Keesokan paginya, secara ajaib cairan di paru-paru saya bisa dikeluarkan; paru-paru saya terbukti tidak mengeras dan hasil laboratorium semuanya baik-baik saja. Penyertaan Tuhan juga saya alami saat berbisnis properti di Florence. Meskipun tempat usaha kami sempat disegel, Tuhan membalikkan keadaan sehingga properti tersebut bisa terjual dengan untung. Keuntungannya lalu kami gunakan untuk KPR kavling di Somerset. Ini membuktikan bahwa Allah turut bekerja mendatangkan hasil yang baik, bahkan melalui kesalahan yang kita buat.


Ketiga, bekal dalam hidup ini. Mengutip 2 Korintus 13 ayat 13, bekal kehidupan kita mencakup kasih karunia Tuhan Yesus, kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus. Melalui Yesus Kristus, manusia dapat benar-benar mengenal kasih murni tanpa batas dan karakter Allah Bapa (Yohanes 1:17, 14:9b). Tuhan merindukan agar berkat dan kasih-Nya yang kita terima dapat mengalir serta dinikmati oleh orang banyak, sama seperti berkat yang mengalir melalui kehidupan tokoh Salomo dan Yusuf di masa lalu. Selain itu, persekutuan dengan Roh Kudus yang berdiam di dalam kita adalah keuntungan terbesar bagi orang percaya dalam menuntun kita meraih kemenangan. Jadi, kemerdekaan membawa kita pada tiga hal: rencana tujuan ilahi, Allah yang turut bekerja di dalamnya, dan bekal hidup rohani.
Pemeliharaan Tuhan ini nyata bahkan dalam hal terkecil. Pada hari Senin, 13 Juli 2026, setelah berolahraga pagi, saya terpeleset lalu jatuh telentang di dua anak tangga kayu parket terakhir rumah saya hingga membentur punggung dengan keras. Padahal, pagi itu saya sebenarnya sudah berencana memanggil tukang pijat tulang (chiropractic/shiatsu) karena badan saya berhari-hari terasa pegal tidak enak. Ajaibnya, setelah insiden jatuh tersebut, seluruh rasa pegal di punggung saya lenyap seketika sehingga saya batal memanggil tukang pijat. Terkadang saya tertawa karena insiden itu terasa seperti terapi chiropractic langsung dari Tuhan Yesus. Hal-hal sekecil ini pun Tuhan perhatikan; Tuhan kita sungguh luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GBI Lewi adalah gereja yang memberkati, bertumbuh dalam kuasa Roh Kudus, dan membangun komunitas melalui COOL.

Get In Touch

Head Office

Ruko Sentra Eropa, Jl. Boulevard Kota Wisata, Ciangsana, Kec. Gn. Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16968

Copyright 2025 © GBI Lewi